Menperin Sebut Industri Manufaktur Jadi Kontributor PDB Terbesar di Indonesia

Menteri Perindustrian atau Menperin RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri manufaktur menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yaitu sebesar 17,34 persen. Karena itu, Kemenperin terus berupaya menggenjot kontribusi industri manufaktur terhadap PDB menjadi di atas 20 persen pada 2024.

menperin

Menteri Perindustrian RI atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kuliah umum “Revitalisasi Pembangunan Industri Manufaktur pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran secara virtual, Selasa (31/8).

Hal tersebut disampaikan Menperin saat memberikan kuliah umum “Revitalisasi Pembangunan Industri Manufaktur pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran secara virtual, Selasa (31/8).

Selain berkontribusi besar terhadap PDB, pertumbuhan industri manufaktur pada triwulan II 2021 juga meningkat signifikan. Pertumbuhan industri manufaktur naik signifikan sebesar 6,91 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen.

Sementara pada level Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur, Indonesia mengalami posisi poin di atas 50 selama 8 bulan berturut-turut, yaitu mulai dari November 2020 hingga Juni 2021. Bahkan, posisi Indonesia sempat terbesar di ASEAN pada April dan Mei, yaitu 54,6 dan 55,3. Ini berarti, industri manufaktur di Indonesia sedang mengalami ekspansif.

“Ini satu hal yang menjanjikan,” ujar Menperin.

Meski berperan besar, sektor industri manufaktur tidak luput dari sejumlah isu. Menperin mengatakan, ada sembilan isu dari pembangunan industri nasional.

Sembilan isu tersebut, yaitu: keterbatasan bahan baku, kurangnya infrastruktur, kurangnya sarana, kurangnya tenaga ahli dan supervisor, invasi produk impor, pengetatan spesifikasi limbah industri, permasalahan IKM, biaya logistik yang masih tinggi, hingga belum terbangunnya basis data sektor industri.

Guna mengantisipasi isu tersebut, Kemenperin telah menyiapkan tiga arah strategi pengembangan industri. Salah satu arah strategi yang dijalankan adalah mendorong industri dalam negeri menjadi industri yang maju dan berdaya saing.

Alumnus Program Doktor FISIP Unpad tersebut menjelaskan, dalam mewujudkan strategi tersebut, industri manufaktur didorong melakukan revitalisasi dengan menerapkan konsep industri 4.0.

“Penerapan ini diharapkan mampu mendorong industri manufaktur akan lebih produktif dan berdaya saing tinggi dengan meningkatkan kemampuan industri dalam mengadopsi penggunaan teknologi,” jelasnya.

Acara kuliah umum ini digelar dalam rangka kuliah perdana tahun akademik 2021/2022 bagi mahasiswa FEB Unpad. Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Dekan FEB Unpad Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah, M.Si., Ak., CA.

sumber : www.unpad.ac.id