Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad Gelar Kuliah Perdana Akselerasi Penguatan Sistem Inovasi Nasional

Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran menggelar Kuliah Perdana virtual bagi mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 dengan tema Akselerasi Penguatan Sistem Inovasi Nasional (Peluang dan Tantangan Pasca Pandemi), Jum’at (19/02).

Prof. Nunuy

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Dr. Hj.Nunuy Nur Afiah, S.E., MS., Ak., CA. saat memberikan sambutan pada acara Kuliah Perdana Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran secara virtual, Jumat (19/2).

Kuliah Perdana itu menghadirkan pembicara kunci Menteri Riset dan Teknologi RI Prof. Bambang Brodjonegoro dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC Amerika Serikat Prof. Popy Rufaidah, PhD. Selain itu juga hadir Rektor Unpad Prof. Dr. Hj. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Dr. Hj.Nunuy Nur Afiah, S.E., MS., Ak., CA. dan sejumlah Pengelola Prodi, Dosen dan Guru Besar di Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad.

Dalam sambutannya Prof. Nunuy Nur Afiah menyambut baik dan memberi apresiasi kepada pengelola dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen yang telah mengadakan kegiatan tersebut. Lebih lanjut Dekan mengungkapkan bahwa invovasi merupakan sebuah keharusan agar tercapainya kemajuan, terutama inovasi di bidang pendidikan.

“ Inovasi merupakan kata kunci bagi kemajuan sebuah institusi hingga negara. Bagi FEB Unpad beserta mahasiswa yang menempuh pendidikan di lingkungan FEB  tentu ingin berkontribusi dalam penciptaan inovasi yang nyata tersebut” ungkapnya.

Prof. Nunuy menambahkan bahwa mahasiswa doktoral hendaknya melakukan inovasi dalam menempuh pendidikannya di FEB Unpad, tidak hanya menghasilkan karya disertasi dan publikasi internasional saja, namun dapat memberikan sumbangsih kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Saat ini kuliah doktoral berbasis riset, nah mahasiswa harus lebih fokus untuk penciptaan inovasi melalui riset dan teknologi. Tidak melulu fokus pada karya disertasi dan publikasi internasional, tapi mampu karya itu diimplementasikan ditengah-tengah masyarakat nasional maupun internasional. Ini yang dijadikan moto oleh Unpad, Unpad bermanfaat dan mendunia” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Dr. Hj. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE dalam sambutannya menyatakan bahwa mahasiswa doktor mengalami tantangan yang besar di masa dan pasca pandemi ini.  Selain mahasiswa, tantangan itupun dihadapi oleh dosen dan pengelola program studi yaitu banyaknya penyesuaian terutama penyesuaian pada proses pembelajaran.

“Di masa pandemi ini banyak hal yang kita lakukan (Unpadred) dalam rangka penyesuaian bidang pendidikan di antaranya penyesuaian proses pembelajaran, dosen, pengelola , tenaga kependidikan hingga banyak hal” ungkapnya

Lebih lanjut Prof. Rina menambahkan bahwa dengan adanya disrupsi digital itu membutuhkan kreatifitas dan inovasi , sehingga Unpad tetap ada dijalur kemajuan baik tingkat nasional maupun internasional

“kita butuh cara baru, cara agar lebih kreatif dan inovatif ditengah terjadinya disrupsi digital global ini. Cara kita sendiri harus didukung oleh ekosistem inovasi yang betul-betul mendukung dan menyerap banyak manfaat”.  Tambahnya.

Terkait Inovasi dan Sumber daya manusia, Rektor menekankan bahwa dibutuhkan sistem yang kuat dalam mendukung terbangunnya ekosistem inovasi tersebut. Hal yang sedang dibangun adalah kurikulum pendidikan untuk menjawab tantangan itu.

“Agar lebih kreatif dan inovatif, kita butuh suatu sistem , bukan hanya infrastruktur teknologi, keahlian dan teknologi, bermitra dan berkolaborasi, menciptakan add value saja tapi juga kurikulum pendidikan harus mampu menyesuaikan dengan tantangan yang ada” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Prof. Rina mengharapkan pada mahasiswa dan pengelola program studi untuk memperbanyak kegiatan yang ditujukan untuk terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Diantaranya memperbanyak hubungan mahasiswa dengan penentu kebijakan (pemerintah), dengan praktisi dan juga komunitas usaha.

“Saya mengharapkan dalam menciptakan SDM unggul dengan memperbanyak pelatihan open innovation. Kuliah perdana itu adalah bagian dari usaha mengenalkan hal itu sebagai students experience models, ketemu dengan penentu kebijakan, praktisi dan komunitas sehingga terciptalah value creation bagi mahasiswa, dosen , dan pengelola program” imbuhnya.

Kuliah perdana bertajuk “Akselerasi Penguatan Sistem Inovasi Nasional: Peluang dan Tantangan Pasca-pandemi” ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Acara juga diisi dengan penyampaian materi kuliah oleh Guru Besar FEB Unpad yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC Amerika Serikat Prof. Popy Rufaidah, PhD.

Laporan oleh Dani Wahdani