Skip to main content

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Berawal Dari Riset ke Dampak Nyata: Kolaborasi SMARTAMBAK Indonesia–Australia

Pada tanggal 22 hingga 28 Juni 2026, Tim pengembang aplikasi SMARTAMBAK, DIGITS FEB Universitas Padjadjaran, mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke beberapa universitas terkemuka di Australia, seperti Deakin University, RMIT University, Monash University, dan UNSW Sydney. Kunjungan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya upaya diskusi terkait kolaborasi riset serta menyebarkan informasi hasil riset aplikasi SMARTAMBAK yang telah dilakukan oleh DIGITS UNPAD.


Kolaborasi riset telah menjadi salah satu moto dari DIGITS UNPAD karena adanya kepercayaan terhadap jalinan hubungan kerjasama dapat menjadi ekosistem pelengkap yang memperkuat riset dan inovasi untuk menangkap peluang. Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Hamzah Ritchi selaku perwakilan dari DIGITS UNPAD pada salah satu kesempatan diskusi bersama Deakin University, “We believe there is a strong opportunity to build a complementary ecosystem, where research, innovation, and large-scale transformation reinforce each other”.


Hal tersebut dibuktikan dengan peran sentral dari riset DRMS-SMARTAMBAK yang berupaya membantu petambak udang sebagai hasil kolaborasi antara DIGITS UNPAD dengan salah satu universitas terkemuka di Australia, yaitu UNSW Sydney. Selain itu, kesuksesan dari riset tersebut juga karena adanya kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, seperti pemerintah, pengusaha tambak udang, dan petambak itu sendiri.


Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan penciptaan dampak positif terhadap masyarakat global, DIGITS UNPAD membuka ruang diskusi untuk memperluas dan memperkuat kesempatan jalinan kerjasama riset dengan universitas terkemuka lainnya di Australia, yaitu Deakin University, RMIT University, dan Monash University, pada tanggal 22 hingga 23 Juli 2026 .


Kemudian, pada tanggal 27 Juli 2026, perwakilan tim DIGITS UNPAD berkesempatan untuk memberikan pemaparan materi di UNSW Sydney yang bertajuk, “Learning from Australia-Indonesia KONEKSI Digital Transformation Partnership”. Pada kesempatan tersebut, tim DIGITS UNPAD menceritakan perjalanan riset yang dilakukan bersama dengan UNSW Sydney hingga akhirnya dapat memberikan impact positif terhadap masyarakat global. Kesempatan ini sebagai upaya menciptakan transparansi terhadap hasil kolaboratif riset yang dilakukan oleh kedua universitas.


Prof. Alexander M. A. Khan mendapatkan kesempatan untuk memberikan pemaparan terkait latar belakang, hingga pandangan masa depan dari riset DRMS – SMARTAMBAK, dimana beliau menyampaikan bahwa masih diperlukan adanya pengembangan dan penyempurnaan dari basis penyakit udang yang berfokus lebih mendalam terhadap patologi udang, serta masih perlu adanya optimalisasi untuk sistem diagnostik. Hal tersebut yang selalu menjadi fokus dari pengembangan aplikasi SMARTAMBAK.


Selain itu, DIGITS UNPAD juga melakukan diskusi terhadap pihak UNSW Sydney agar dapat terus menjaga dan memperkuat jalinan kolaborasi di antara kedua universitas dalam menciptakan sebuah dampak positif melalui riset dan inovasi di masa yang akan datang.


Penulis: Muhammad Ilham Fadhilah, DIGITS FEB UNPAD