Bandung, 8 Agustus 2026 — FEB Summer Program 2026 yang berlangsung pada 2–8 Agustus 2026 mengusung tema “Beyond Digital: Culture and Sustainability for the Future” (Melampaui Digital: Budaya dan Keberlanjutan untuk Masa Depan). Program ini memadukan pembelajaran akademis dengan pengalaman lintas budaya, transformasi digital, dan isu-isu keberlanjutan.
Sebanyak 44 peserta mengikuti program ini, yang terdiri dari mahasiswa dari Universiti Sains Malaysia dan National University of Management (Kamboja), serta penerima beasiswa The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dan Unpad ASEAN Scholarship 2026 yang berasal dari Pakistan, Bangladesh, Suriname, Kenya, Timor-Leste, dan Myanmar. Kegiatan dilaksanakan di kampus FEB Unpad Dipati Ukur dan Jatinangor, serta di beberapa lokasi pembelajaran yang tersebar di Jawa Barat.
Program ini dibuka dengan serangkaian sesi akademis yang menghadirkan dosen FEB Unpad, praktisi industri, dan mitra akademis internasional. Prof. Arief Anshory Yusuf membahas pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kesetaraan, sementara Danang Juffry (Google) mengupas topik pengembangan wilayah yang cerdas dan inklusif. Dalam sesi akademis lanjutan, perspektif keberlanjutan dieksplorasi secara mendalam bersama Prof. Martha Fani Cahyandito mengenai bisnis yang bertanggung jawab, serta Dr. Parulian Sihotang (University of Dundee) mengenai penciptaan nilai bisnis yang memperhitungkan dampak dan keberlanjutan. Sesi ini juga menghadirkan Jan Ole Oßenbrink dari Hochschule Osnabrück dan Mindshift Indonesia, yang memfasilitasi kolaborasi dan kerja sama tim bagi peserta dari berbagai negara melalui sesi dinamika kelompok.
Di kampus Jatinangor, peserta memperoleh wawasan mengenai transformasi digital bersama Rora Puspita Sari, Ph.D., dan pengembangan masyarakat berkelanjutan bersama Rizky Ramadhan, Ph.D., selain mengikuti lokakarya *design thinking* yang dipandu oleh tim Mindshift.
Selain kegiatan pembelajaran di kampus Unpad, peserta FEB Summer Program 2026 juga mengikuti lokakarya teh artisan dan perancangan solusi inovatif di Perkebunan Teh Gambung, mengeksplorasi filosofi serta praktik pembuatan batik di Batik Komar, mempelajari sejarah diplomasi internasional di Museum Konferensi Asia-Afrika, serta menikmati pertunjukan seni tradisional Sunda di Saung Angklung Udjo. Secara keseluruhan, FEB Summer Program 2026 mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Program ini ditutup dengan presentasi kelompok. Dekan FEB Unpad, Prof. Mohammad Fahmi, mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap agar jejaring yang terbentuk dapat membuka peluang bagi kolaborasi akademik internasional di masa mendatang. Kepala Unit Internasionalisasi FEB Unpad, Arie Widyastuti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh akademisi, mitra internasional, pembicara, dan anggota panitia penyelenggara. Evaluasi pelaksanaan tahun ini akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas dan dampak Summer Program pada tahun-tahun mendatang.