Sembilan mahasiswa Universitas Padjadjaran dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Sekolah Vokasi mengikuti 4th ASEAN Summer Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Malaya (UM), Malaysia, pada 27 Juli–1 Agustus 2026. Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Manajemen, Bisnis Digital, dan Bisnis Internasional tersebut didampingi oleh Saskia Salmana, S.E., M.Sc. dan Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec. Kegiatan internasional ini mempertemukan mahasiswa Unpad dengan peserta dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH), Vietnam; King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand; Meiji University, Jepang; serta Universiti Malaya sebagai tuan rumah. Lebih dari sekadar summer camp, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar perspektif, membangun jejaring internasional, dan memahami berbagai isu yang tengah membentuk masa depan ASEAN. Program dibuka dengan sambutan Professor Dr. Noor Ismawati Binti Jaafar, dilanjutkan dengan exploration challenge yang mengajak peserta mengenal pangan dan budaya lokal di kawasan Central Market Kuala Lumpur dan Pasar Seni.
Perspektif akademik dan industri menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti academic talk bersama Prof. Dr. Evelyn Shyamala dari Faculty of Business and Economics (FBEc), Universiti Malaya, yang membahas dampak kebijakan tarif dan dinamika ekonomi global terhadap ASEAN. Diskusi kemudian berlanjut melalui CEO Talk bersama Deputy Chief Executive Officer PROTON Holdings Berhad, Dato’ Ir. Abdul Rashid bin Musa, bertajuk “PROTON’s Strategic Vision and Leadership in the Areas of Electric Vehicles (EVs), Sustainable Mobility, Innovation, and the Future of the Automotive Industry.” Kunjungan industri ke PROTON memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan teknologi, digitalisasi, inovasi, dan tuntutan keberlanjutan mendorong transformasi industri otomotif. Pada hari berikutnya, Expert Forum Session menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Thuy Chung Phan dari UEH, Assistant Professor Dr. Natjiree Jaturapitakkul dari KMUTT, Associate Prof. Dr. Goh Lim Thye dari Universiti Malaya, dan Saskia Salmana Dahyar dari Unpad untuk mendiskusikan isu terkini dalam pendidikan, pengembangan kurikulum, sustainability, dan digitalisasi, termasuk bagaimana mahasiswa perlu membangun kemampuan adaptasi untuk menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Kegiatan dilanjutkan dengan konsultasi proyek bersama dosen supervisor serta exploration challenge di Museum Bank Negara Malaysia.
Dua hari terakhir di Desa Balqis, Melaka, menjadi puncak kolaborasi antarmahasiswa. Selain mempelajari proses pengolahan pangan lokal seperti dodol berbahan gula Melaka serta mengenal peternakan lebah dan manfaatnya, seluruh peserta bekerja dalam lima kelompok lintas negara yang merepresentasikan Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Jepang. Setiap kelompok mengembangkan dan mempresentasikan gagasan mengenai dua isu strategis, yaitu “AI and Data Centre Expansion in ASEAN” serta “Resource Allocation & Industrial Priorities – Food, Fuel or Computing? Managing Resource Competition in Emerging ASEAN Economies.” Melalui presentasi dan sesi tanya jawab, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menganalisis persoalan regional, tetapi juga belajar bekerja dalam tim multikultural, menyampaikan argumentasi, dan menyatukan perspektif yang berbeda. Rangkaian kegiatan ditutup dengan farewell dinner dan pertunjukan budaya dari para delegasi. Partisipasi dalam 4th ASEAN Summer Camp 2026 diharapkan memperkuat global mindset, critical thinking, intercultural communication, collaboration, dan adaptability mahasiswa Unpad, sekaligus memberikan pengalaman belajar internasional yang mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang mampu berkontribusi dan berkolaborasi dalam lingkungan ASEAN yang semakin terintegrasi.