Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Beyond The Numbers: Dari Kebijakan Moneter Ke Peluang Nyata Bagi Generasi Muda.

Pada hari Senin, 18 Mei, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan diskusi kebijakan moneter di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta literasi keuangan mengenai pentingnya rupiah. Kegiatan ini berfokus pada pemahaman terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan, identitas nasional, dan kebanggaan bangsa Indonesia. Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga mencerminkan stabilitas dan kekuatan ekonomi Indonesia di mata masyarakat maupun dunia internasional. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga, menghormati, dan menghargai rupiah dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk patriotisme dan tanggung jawab ekonomi.


Acara ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga oleh perwakilan institusi akademik dan organisasi terkait. Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Sunu Widianto, S.E., M.Sc., Ph.D., hadir mewakili pimpinan fakultas. Perwakilan dari Bank Indonesia (BI) juga turut hadir, di antaranya Ahmad Sukma Dijaya. Selain itu, Jenni Lestari bertindak sebagai ketua panitia, Iren Yuli Patricia Tambunan hadir sebagai Ketua GenBI Universitas Padjadjaran, dan Irvel Christa Fabian menjadi moderator utama yang mewakili GenBI selama kegiatan berlangsung.


Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran sebagai tuan rumah penyelenggara. Peserta dari Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) dan Universitas Widyatama juga turut berpartisipasi dengan antusias dalam rangkaian diskusi, pemaparan materi, serta sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung selama acara. Para peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif sepanjang kegiatan, yang mencerminkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap kondisi ekonomi saat ini dan stabilitas rupiah di masa depan.


Dalam pemaparannya, Prof. Sunu Widianto, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah yang mencapai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat menjadi sinyal peringatan serius yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait stabilitas perekonomian nasional di masa mendatang. Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut tidak hanya meningkatkan biaya impor dan melemahkan daya beli masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi inflasi, investasi, serta keberlangsungan sektor usaha yang sangat bergantung pada bahan baku impor dan transaksi internasional.


Di tengah tekanan global yang semakin kompleks, ia menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang tepat, stabilitas pasar keuangan, serta langkah strategis pemerintah sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Meskipun situasi saat ini menghadirkan tantangan besar, kondisi tersebut juga harus menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam membangun ekonomi yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.


Sementara itu, Ahmad Sukma Dijaya menjelaskan pentingnya menjaga dan menghargai rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah harus disikapi dengan rasa bangga, kesadaran, dan tanggung jawab dalam menggunakan rupiah pada setiap transaksi sehari-hari.


Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas dan keaslian uang rupiah guna mencegah peredaran uang palsu. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk memahami cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, ia memperkenalkan penerapan prinsip 5J dalam merawat uang rupiah, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Distaples, Jangan Dibasahi, dan Jangan Dicoret. Dengan menerapkan metode 3D dan prinsip 5J tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengenali keaslian uang rupiah sekaligus menjaga kualitas dan ketahanannya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BI terus meningkatkan kualitas dan fitur keamanan uang rupiah melalui berbagai inovasi serta teknologi pengamanan canggih. Uang kertas Indonesia bahkan telah memperoleh pengakuan internasional dan dinobatkan sebagai salah satu uang kertas terbaik pada tahun 2023 dan 2026 berkat sistem keamanannya yang unggul.


Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran dan Bank Indonesia berharap dapat mendorong generasi muda agar semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai, martabat, dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, diharapkan rupiah dapat menjadi lebih stabil di masa depan, memperkuat perekonomian nasional, serta menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan dan integritas mata uang nasional Indonesia.