Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Memperkaya Perspektif Keuangan Islam, Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD Mengadakan Diskusi Buku dengan Dr. Ryan Calder dari Universitas Johns Hopkins

Dalam rangka memperluas cakrawala akademis global, program studi Ekonomi Islam, FEB UNPAD, sukses mengadakan acara diskusi buku dengan pakar sosiologi keuangan dunia, Dr. Ryan Calder, pada hari Kamis (21/5). 

 

Dr. Ryan Calder, yang merupakan Kepala Departemen Studi Islam di Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, hadir secara langsung untuk membahas karya ilmiah terbarunya di hadapan para dosen, peneliti, dan ratusan mahasiswa.

 

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Prof. Fahmi selaku Dekan FEB UNPAD. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pidato utama yang disampaikan oleh Prof. Dian Masyita, Ph.D sebagai Profesor di Bidang Ekonomi dan Keuangan Islam UNPAD. 

 

Dalam pidato utamanya, Prof. Dian mengulas rekam jejak penelitian mendalam yang telah dilakukan oleh Dr. Calder sebagai seorang sosiolog yang berfokus pada bidang keuangan Islam. “Kehadiran Dr. Ryan Calder membawa warna baru bagi iklim akademis kita. Metodologi penelitian sosiologis yang beliau gunakan akan memperkaya perkembangan ekonomi dan keuangan Islam dari perspektif yang berbeda, yang mungkin lebih sering dilihat hanya dari sudut pandang hukum atau ekonomi murni,” kata Prof. Dian dalam presentasinya. 

 

Memasuki acara utama, diskusi tentang paradoks dalam keuangan Islam dipresentasikan oleh sosiolog Ryan Calder, Kepala Departemen Studi Islam di Universitas John Hopkins yang meneliti mengapa industri ini berkembang begitu pesat meskipun produk-produknya sering meniru efek ekonomi dari bunga atau riba. Melalui data pertumbuhan aset global dan jangkauan geografis, Calder menyoroti peran penting para cendekiawan syariah sebagai figur yang menjembatani prinsip-prinsip agama dengan kebutuhan kapitalisme modern. 

 

Penulis buku The Paradox of Islamic Finance membandingkan hilangnya larangan bunga dalam tradisi Kristen dan Yahudi dengan kelangsungan tradisi tersebut dalam Islam berkat keberadaan para ahli hukum agama yang terus memainkan peran aktif. Para ahli ini menjalankan fungsi pelestarian, legitimasi, pembenaran, dan pembatasan untuk memastikan bahwa transaksi keuangan tetap dianggap religius oleh masyarakat luas.

 

Kesimpulannya, keberhasilan komersial sektor ini sangat bergantung pada kemampuan para cendekiawan untuk mengakomodasi praktik bisnis kontemporer tanpa menghilangkan batasan-batasan hukum Islam. Acara ulasan buku ditutup dengan sesi presentasi kenang-kenangan kepada Dr. Ryan Calder sebagai bentuk apresiasi dan komitmen untuk memperkuat kolaborasi penelitian internasional di masa mendatang.