Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Guru Besar FEB Unpad Berbagi Insight Budaya Bisnis Indonesia pada Executive Seminar Gazprom dan RUDN University, Rusia

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran, Prof. Budi Harsanto , S.E., MM., Ph.D., PGCertHE., FHEA, menjadi narasumber dalam program Executive Seminar internasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi strategis antara RUDN University Moscow dengan Gazprom, perusahaan energi global sekaligus produsen gas alam terbesar di dunia asal Rusia pada Rabu (22/4/2026). Program bertajuk “Doing Business in Indonesia” tersebut dilaksanakan dalam format hybrid, di mana para peserta yang terdiri dari eksekutif Gazprom mengikuti kegiatan secara luring dari St. Petersburg, Rusia, sementara narasumber menyampaikan paparan secara daring dari Indonesia.


Dalam sesi tersebut, Prof. Budi Harsanto mengupas tuntas dinamika budaya bisnis di Indonesia sebagai variabel penentu keberhasilan kerja sama internasional. Beliau menekankan bahwa bagi perusahaan skala besar seperti Gazprom, memahami aspek sosiokultural bersifat krusial selain analisis data ekonomi. Keberhasilan penetrasi pasar maupun kemitraan strategis di Indonesia sangat bergantung pada kemampuan para pimpinan dalam menavigasi etika berinteraksi dan memahami nilai-nilai lokal yang mendasari setiap keputusan bisnis.


Prof. Budi juga menjelaskan mengenai pentingnya membangun modal relasional dan kepercayaan sebelum melangkah pada tahap kesepakatan formal. Beliau memaparkan bagaimana komunikasi di Indonesia yang cenderung bersifat high-context memerlukan kepekaan khusus agar pesan-pesan profesional dapat tersampaikan dengan efektif tanpa mengesampingkan keharmonisan hubungan. Selain itu, nilai kolaboratif yang berakar pada budaya lokal juga menjadi poin penting yang perlu diadopsi oleh korporasi asing dalam memimpin tim atau bermitra dengan organisasi di tanah air.


Inisiatif yang diambil oleh Gazprom dan RUDN University dengan menghadirkan pakar dari FEB Unpad ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap kepakaran akademisi Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya minat Rusia dalam memperkuat jalinan ekonomi. Forum eksekutif ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi ekonomi yang mempererat hubungan antara sektor industri Rusia dengan dunia akademik di Indonesia.