FEB Unpad menyelenggarakan Pelatihan Siaga Layanan Disabilitas sebagai bentuk komitmen menghadirkan kampus yang inklusif dan ramah bagi semua civitas akademika, termasuk penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LEAD FEB Unpad Jatinangor ini dibuka oleh Dina Sartika, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan FEB Unpad, yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen fakultas dalam memberikan layanan setara kepada mahasiswa maupun tamu dengan kebutuhan khusus.
Dalam kesempatan ini, FEB Unpad menghadirkan narasumber dari Universitas Padjadjaran, Sheizi Prista Sari, S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D., dosen Departemen Keperawatan Komunitas sekaligus tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unpad. Ia memberikan materi terkait berbagai aspek layanan dan fasilitas yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas, termasuk penggunaan kursi roda, pentingnya ketersediaan ruang kesehatan, dan layanan konseling bagi mahasiswa dengan masalah kesehatan mental, akses kursi roda ke dalam lift, serta jaminan kesetaraan akses di lingkungan fakultas, yang sejauh ini sudah tersedia di FEB Unpad.
“Disabilitas tidak hanya tampak secara fisik, tetapi juga bisa bersifat invisible seperti masalah mental atau gangguan kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami bahwa layanan inklusif harus mencakup seluruh bentuk kebutuhan,” jelas Sheizi Prista Sari.
Pelatihan ini diikuti oleh tenaga keamanan (satpam) dan petugas kebersihan (OB) FEB Unpad yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan tamu atau pengunjung. Mereka mendapatkan pengetahuan praktis, seperti cara menggunakan kursi roda dengan benar hingga langkah tanggap darurat untuk membantu para penyandang disabilitas.
“Kami dari ULD Unpad ingin memastikan bahwa ketika ada mahasiswa atau tamu dengan disabilitas datang, siapapun di FEB bisa memberikan bantuan dengan cara yang benar, bukan sekadar berdasarkan asumsi,” tambah Sheizi.
Wakil Dekan FEB, Dina Sartika, S.E., M.Si., Ph.D., juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan agenda rutin fakultas yang akan terus dikembangkan.
“Pelatihan ini menjadi agenda rutin di FEB Unpad agar seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran dan keterampilan dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif,” ujarnya.
Makna inklusif di sini adalah bagaimana pihak Fakultas dapat merangkul semua orang tanpa membeda-bedakan, memberi kesempatan dan akses yang sama, baik untuk mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEB Unpad berupaya membangun budaya pelayanan yang humanis, setara, dan mendukung Zona Integritas, sejalan dengan tagline Universitas Padjadjaran: Unggul, Inklusif, dan Berdampak.