Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Pemberdayaan Komunitas Menjadi Sorotan Utama dalam Diskusi Ekonomi Sirkuler Internasional di FEB Unpad

Bandung, 11 April 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), menyelenggarakan kuliah umum dan diskusi panel bertema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Ekonomi Sirkuler”, yang mempertemukan para akademisi internasional dan mahasiswa pascasarjana untuk mengeksplorasi jalur menuju transformasi ekonomi berkelanjutan.


Acara tersebut menyoroti urgensi untuk beralih dari model bisnis linier tradisional menuju ekonomi sirkuler—pendekatan yang menekankan pada perlambatan, penutupan, dan penyempitan siklus sumber daya melalui penciptaan dan keberlanjutan sistem regeneratif untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengurangi limbah—sekaligus menyoroti peran penting pemberdayaan masyarakat dalam memastikan praktik-praktik ini bersifat inklusif, dengan masyarakat bertindak tidak hanya sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai penggerak utama inisiatif seperti pengelolaan limbah, daur ulang, dan kewirausahaan lokal.


Kuliah tersebut menampilkan pembicara terkemuka, termasuk Prof. Amrik Sohal dan Dr. Martin Geissdoerfer dari Universitas Monash, Australia, Dr. Diane Zandee dan Dr. Bart Jansen dari Universitas Bisnis Nyenrode, Belanda, serta Prof. Budi Harsanto , S.E., MM., Ph.D., PGCertHE., FHEA., Head of the Master of Management Science (MIM) and Doctor of Management Science (DIM) Study Programs dari FEB Universitas Padjadjaran, yang berbagi wawasan multidisiplin di berbagai dimensi operasi, strategi, tata kelola, keuangan, dan etika. Diskusi tersebut juga menekankan peran sistem insentif yang efektif dalam menyelaraskan kepentingan pemerintah, bisnis, dan masyarakat untuk mendorong akuntabilitas dan praktik berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Acara ini selaras dengan SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang mempromosikan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, pengurangan limbah, dan pola produksi yang bertanggung jawab. Melalui lensa ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat, diskusi tersebut memperkuat pentingnya menciptakan sistem yang meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memaksimalkan nilai sosial dan ekonomi.

Sesi ini memberikan platform yang berharga bagi mahasiswa pascasarjana—baik di tingkat master maupun doktoral—untuk pertukaran akademis, mendorong diskusi kritis tentang pengintegrasian prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam strategi dan tata kelola bisnis. Melalui inisiatif ini, FEB Unpad menegaskan kembali komitmennya untuk memajukan pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada keberlanjutan. Kuliah umum ini tidak hanya memperkaya pemahaman mahasiswa tentang konsep ekonomi sirkular, tetapi juga menginspirasi mereka untuk berkontribusi aktif dalam membangun sistem ekonomi yang tangguh dan inklusif.